Amerika merupakan tanah impian. Tak salah apabila setiap orang ingin tinggal dan bekerja di negara ini. Termasuk Endang, TKI asal Indonesia. Sayangnya antara harapan dan kenyataan berbanding terbalik. Endang menjadi korban perdagangan manusia di Amerika Serikat.

Endang, TKI asal Indonesia ini awalnya bekerja di negara-negara di Timur Tengah  sebagai  asisten rumah tangga. Namun, tak lama di Timur Tengah, bersama majikannya, ia pindah ke Maryland, Washington DCI. Saat masih bekerja di Timur Tengah, ia sudah mengalami siksaan mental dan  fisik. Hal yang sama masih berlanjut saat bekerja di Amerika Serikat.

“Sebelumnya majikannya bukan orang Indonesia dan dia kabur dan menghadap ke petugas yang di Washinton DC, ” cerita Shandra Woworuntu, Anggota Dewan Penasehat Pemberdayaan Korban Penyintas Perdagangan Manusia Gedung Putih, Amerika kepada KabariNews.

Saat ini Endang sedang menjalani proses hukum di Washington DC. “Saya tidak tahu apakah sudah ada pelaporan untuk kasus yang pertama karena kasus yang pertama dicabut oleh Endang karena pak Budi ingin damai. Saya belum mengenal korban sampai kasus kedua ini pak Budi sudah kabur,” ujarnya.

Eksploitasi yang dialami Endang berupa siksaan mental, fisik dan tidak ada gaji. “Siksaan mental itu berupa kata-kata yang membuat orang ketakutan, kekerasan fisik contohnya digebukin, disiksa dan nggak boleh kemana-mana. Bahkan paspornya ditahan,” lanjut Shandra.

“Eksploitasi itu bagian dari trafficking ini, kalau kita lihat semua ini adalah perdagangan  manusia. Kalau tidak salah dua tahun dia mengalami eksploitasi,” tutup Shandra.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here