Dugaan kasus penistaan agama yang didakwakan kepada Basuki Tjahaja Purnama masih terus berlanjut. Gubernur non aktif  ini didakwakan dengan pasal penistaan agama. Menurut Andreas Harsono, Peneliti dari Human Rights Watch bahwa Ahok didakwa penghinaan agama Islam. “Secara substansinya Ahok tidak melakukan penodaan, dia mengatakan, kira-kira jangan mau dibodohi suatu ayat dalam Al-Quran.  Yakni surat Al-Maidah.” kata Andreas.

Lanjut Andreas, pasal penodaan agama merupakan pasal yang kontroversi. Karena dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KHUP), ancaman 5 tahun penjara. “ Selama Soeharto berkuasa, pasal ini jarang dipakai. Ga sampe 10 kasus. Pasal ini mendapat kebangkitan setelah era Presiden SBY, ada lebih dari 5o kasus,” ucap Andreas.

Gusdur mengatakan Tuhan tidak perlu dibela. “Jadi ga mungkin agama bisa dinodai. Tuhan tidak bertambah besar dengan dibela dan Tuhan tidak bertambah kecil karena dihina,” imbuhnya.

Kasus yang menimpa Ahok ini membangkitkan kesadaran orang  diberbagai belahan dunia bahwa gerakan konservatisme di Indonesia makin menguat. “Diberbagai negara di dunia, orang yang demo karena tuntutan kenaikan gaji, udah ga ada demo tentang penodaa agama. Demo pada Ahok ini gejala yang memprihatinkan,” tukasnya.

Dikatakan Andreas, orang-orang yang protes maupun demo terhadap Ahok karena mempunyai kepentingan. “ Karena digusur, lalu ada tuduhan penistaan agama dan yang terakhir berkaitan dengan pemilihan Gubernur. Jadi ada politic interest,” tutup Andreas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here