Shamsi Ali adalah seorang tokoh cendikiawan Muslim Indonesia di New York, Amerika Serikat dan menjadi Ustaz di negeri Paman Sam.

Selain menjadi imam Islamic Center di New York, dia juga sudah malang melintang berdakwah menyebarkan bagaimana hidup toleransi beragama di Amerika Serikat.

Kali ini, Kabari mendapat kesempatan untuk berbincang-bincang dengan Imam Shamsi Ali, tentang kiprahnya dalam menulis buku menggunakan bahasa Indonesia dan Inggris di AS.

Pria 49 tahun ini terinspirasi untuk membagi pengalaman dan pendapat tentang hidup sebagai orang Islam moderat di Amerika Serikat dalam waktu lebih dari lima belas tahun. Ia terinspirasi dengan tantangan dan berbagai peluang untuk menggambarkan hidup toleransi beragama di AS pasca pemilihan November 2016 (dalam masa pemerintahan President Donald J. Trump).

Shamsi Ali meluncurkan dua buku terbarunya. Dan hingga saat ini, sudah ada enam buku yang telah ditulis oleh beliau dalam waktu tiga tahun terakhir,  Kemarin, dalam kunjungannya ke Indonesia dalam rangka menghadiri undangan dari Indonesian Diaspora Network Global Conference, beliau mengadakan roadshow di berbagai dan pulau dan propinsi untuk mensosialisasikan buku ini.

Imam Shamsi Ali, yang sudah terkenal di kalangan interfaith di Amerika dan sudah bertemu dengan berbagai pemimpin agama dan juga mantan President George W. Bush, Bill Clinton, Barack Obama, dan juga President Donald J. Trump, selalu mengetengahkan dialog, toleransi, dan pemahaman kepada semua agama.

Mari kita simak wawancara eksklusif ini dengan Pak Shamsi Ali, yang memberi tanggapan tentang berbagai kesenggangan sosial di Amerika Serikat, Indonesia, dan berbagai tempat lainnya di dunia. ( Aryo Wicaksono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here