Belum lama ini, Fifi Lety Tjahaja Purnama berkunjung ke Amerika Serikat. Dalam kunjungannya kali ini, adik kandung sekaligus kuasa hukum mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ini menyempatkan diri untuk menghadiri sebuah acara temu wicara dengan masyarakat Indonesia di Los Angeles.

Kehadiran Fifi di acara yang bertajuk Panggung Masyarakat Indonesia disambut antusias. Pada kesempatan itu, ia mengungkapkan bahwa kakaknya berada dalam kondisi baik. Seperti diketahui, Ahok kini tengah menjalani masa pidana di rumah tahanan (rutan) Mako Brimob Kelapa Dua (Depok) setelah divonis 2 tahun penjara atas kasus penodaan agama. Dengan berbagai pertimbangan, suami Veronica Tan itu pun memutuskan untuk tidak mengajukan banding atas vonis hakim.

Meringkuk di dalam tahanan tidak lalu membuat seorang Ahok berhenti beraktifitas. Menurut Fifi, kegiatan kakaknya pun beragam, mulai dari membaca Alkitab, menulis buku, hingga berolahraga dan berlatih kungfu. “Karena banyak sekali surat (dari warga) yang masuk, dia (Ahok) lalu baca dan balas satu-satu, “imbuhnya. Pada hari-hari tertentu, Ahok juga menemui tamu-tamu yang datang membesuknya.

Meski telah ditahan, beberapa pihak mulai melancarkan desakan terhadap pemerintah perihal pemindahan tempat penahanan Gubernur DKI Jakarta ke-17 ini dari rutan ke lembaga pemasyarakatan (lapas) sehubungan dengan status in kracht kasus hukumnya. Menanggapi hal ini, Fifi menuturkan kepada Kabari News bahwa pihaknya tetap optimis bahwa Ahok tidak akan dipindahkan ke Lapas Cipinang karena alasan keamanan.

Bagi generasi muda Indonesia yang masih ragu untuk terjun ke dunia politik, pendiri firma hukum Fifi Lety Indra & Partners ini berpesan agar mereka yang memiliki mental dan pendirian yang kuat agar ikut masuk ke dunia politik untuk turut serta membenahi negara. “Anak-anak muda justru harus bangkit dan harus berani untuk melawan arus. Kalau kita sama-sama melawan arus, suatu hari kita bisa berharap bahwa sistem akan berubah,” ujarnya. Ia pun mencontohkan Ahok yang selama ini berani untuk melawan arus dan melakukan hal-hal yang benar. Penyandang gelar Mahasiswa Teladan Fakultas Hukum Universitas Indonesia Angkatan 88 ini juga berharap agar Indonesia kembali ke Pancasila dan UUD 1945 demi menegakkan hukum yang seadil-adilnya tanpa memandang suku, ras, dan agama seorang warga bangsa.

Sepak Terjang Keluarga Tjahaja Purnama di Panggung Politik Nusantara

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merupakan sulung dari 5 anak pasangan Indra Tjahaja Purnama dan Buniarti Ningsih. Ia memulai kiprah politiknya di tanah kelahirannya sebagai Bupati Belitung Timur. Ahok juga sempat menjadi anggota DPR RI sebelum akhirnya terpilih sebagai Wakil Gubernur mendampingi Joko Widodo (Jokowi) untuk memimpin provinsi DKI Jakarta periode 2012-2017. Pada tanggal 19 November 2014, Ahok dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta untuk sisa masa jabatan 2012-2017 menggantikan Jokowi yang terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia ke-7.

Mengikuti jejak sang kakak, dua adik kandung Ahok juga sempat masuk ke gelanggang politik. Memulai karirnya sebagai seorang dokter spesialis gizi dan pegawai negeri sipil (PNS) di Provinsi Bangka Belitung, dr. Basuri berhasil memenangkan pemilihan kepala daerah (pilkada) yang menghantarkannya sebagai Bupati Belitung Timur untuk masa bakti 2010-2015. Namun demikian, dalam pemilihan umum Bupati Belitung Timur 2015, ia dikalahkan oleh Yuslih Ihza Mahendra.

Selain Basuki dan Basuri, Fifi pun pernah mencoba peruntungan di dunia politik dengan mencalonkan diri sebagai Walikota Pangkal Pinang pada tahun 2008. Ia mengaku terpanggil untuk memperjuangkan rakyat kecil yang tertindas dengan pembangunan yang menurut penilaiannya semu sehingga tidak menyentuh pembangunan hidup manusia seutuhnya. Berpasangan dengan Yugo Saldian, Fifi meraup 16.087 suara (22.39%) sehingga tidak cukup untuk keluar sebagai pemenang pemilihan walikota. (Kabari1007)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here