Pesta Demokrasi Pilkada DKI Jakarta telah usai, menang atau kalah itu hal biasa, namun bagi para pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) khususnya, yang lebih dikenal dengan Aksi Badja terus memperjuangkan melalui gerakannya meskipun tokoh idolanya menerima kekalahan dalam pilkada DKI Jakarta yang lalu.

Rendy Reinhart, koordinator relawan tim pemenangan Badja (Basuki-Djarot) mengungkapkan situasi usai pilkada DKI Jakarta, menurutnya,kondisi sekarang mengalami kemunduran yang berpengaruh pada toleransi di tanah air.

“Hal yang sudah dilakukan  founding father  kita, bahwa Pancasila adalah sebagai dasar negara yang sudah diajarkan kita bahwa persatuan Indonesia adalah tidak membeda-bedakan baik suku, agama,  ras maupun golongan tertentu, “ ujar Rendy saat wawancara bersama Kabari

Lebih lanjut Rendi menambahkan, “Kejadian pilkada DKI kemarin dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tertentu terutama ormas-ormas radikal yang menganggap ini adalah  pintu masuk untuk menjadikan negara kita memiliki ideologi yang baru selain pancasila, ” imbuhnya.

Menurutnya, yang perlu dirubah  dengan kondisi seperti ini adalah pendidikan dari dasar , mendidik anak-anak dari usia dini bahwa Pancasila adalah satu-satunya ideologi negara yang memang harus ditanamkan sejak dini supaya tidak pernah masuk ideologi-ideologi lain yang bisa menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Seharusnya ini adalah program pemerintah lewat menteri pendidikan supaya memasukkan kurikulum untuk lebih ditanamkan lewat sekolah-sekolah dan mulai mengawasi dari bentuk-bentuk buku pelajaran yang kadang-kadang disisipi ujaran kebencian terhadap etnis atau agama tertentu, ” ungkap Rendy.

lebih lanjut kata dia, “Presiden juga sudah membentuk unit kerja untuk fokus kepada pembinaan Pancasila dan itu sudah sangat baik, ” katan Rendy.

Ia juga berharap unit kerja yang sudah dibentuk Presiden Jokowi bisa mengawal Pancasila kedepannya dan tidak disusupi oleh para kelompok manapun.

Baginya, tantangan  terbesar saat ini adalah disintegrasi  bangsa,  bahwa perpecahan bangsa ini sudah terasa, “Entah karena dimainkan oleh satu dua isu, atau  memang hanya kepentingan sesaat, tapi  yang pasti  persatuan Indonesia ini sudah mulai digoyangkan oleh kelompok-kelompok yang tidak suka kalau bangsa ini maju, bisa oleh kepentingan asing, atau kelompok yang tidak suka dengan pemerintahan saat ini,” ujar Rendy.

lebih lanjut ia mengatakan,”Bahwa dengan kondisi seperti ini kita harus bisa mengamati apakah ini isu yang dimainkan oleh kelompok orang, apakah dari kepentingan asing juga masuk  untuk menggoyang Indonesia, “kata Rendy.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here