Aksi Badja, adalah sebutan relawan untuk kemenangan Basuki – Djarot pada pesta demokrasi pilkada DKI Jakarta pada bulan Mei yang lalu.

Felix Sandra Budiman sebagai ketua relawan tersebut mengatakan pada awal terbentuknya aksi Badja yang tugasnya banyak bergerak di lapangan  agar Ahok – Djarot bisa menjadi Gubernur terpilih.

“Kita maunya banyak bergerak di lapangan , misalnya waktu  kampanye, kita banyak blusukan, ” ujar Felix saat ditemui Kabari di Jakarta.

Meski diketahui pasangan Ahok – Djarot dikalahkan oleh Anis – Sandi pada putaran kedua, namun relawan pun tak surut dengan terus  menggelar aksi-aksi mereka sebagai bentuk dukungan. Pada saat yang bersamaan dimana Ahok tersandung masalah hukum, relawan tak pernah luntur akan dukungannya terhadap mantan Bupati Belitung tersebut.

“Pada sidang kemaren kita selalu dampingi, kita selalu kawal di pengadilan, yang kita tonjolin itu action, ” kata Felix.

Menurutnya, melihat semangat para pendukung Ahok, Felix kemudian membentuk wadah yang diberi nama Aksi Badja, dengan kata lain aksi yang selalu mendukung Basuki dan Djarot.

Selain itu, pada putaran kedua pilkada DKI Jakarta, Aksi Badja banyak menggelar pengajian-pengajian dengan tujuan sebagai penangkal isu agama yang beredar sebelum pesta demokrasi berlangsung.

Terkait kasus Ahok, lanjutnya, “Ada beberapa kali mengadakan pengajian di berbagai wilayah di Jakarta, aksi Badja terus mengawasi pak Ahok setelah  sidang perdana dimulai di pengadilan Jakut di jalan Gajah Mada sampai  sidang ke-21 sampai vonis, ” ujar Felik.

Dengan demikian, aksi Badja tak pernah berhenti dan terus menggelar aksi sebagai bentuk dukungannya terhadap mantan Gubernur DKI.  Meskipun kini Ahok harus menjalani hukumannya di balik jeruji selama dua tahun  terkait kasus penodaan agama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here