Good evening ladies and gentleman.

First of all, we would like to express our gratitude to you for coming to this event.
We are just citizens of Indonesia. We do not represent any political group.
We are here today because we care and still love our country .

The reasons we are gathered here, we would like to share our concern over the current political turmoil happening in Indonesia.

You might have heard all the details from social media and news channels, Jakarta’s former Governor Basuki Tjahaja Purnama, also famously known as AHOK, was convicted of blasphemy and was sentenced to 2 years imprisonment.

He is recognized as a clean politician, who was working hard to fight corruption.
He was strong and brave to take that path, a hard and painful path.

Those who hate his work ethic and his ethnicity, and faith, have tried many different tactics to bring him down, in spite of all his achievements and accomplishments for the City of Jakarta and its people.

Finally the opposition used blasphemy as a weapon and it seems that they succeeded, because Ahok is no longer in office and has no authority to fight corruption and running a clean office.

The Indonesian government has gotten a lot of heat from many countries around the world as well as the United Nations, Amnesty International & Human Rights Watch in regards to abolishing the blasphemy law and freeing Ahok.

While we are supporting that plea, there’s more we would like to bring to your attention. Many politicians in Indonesia are taking advantage by using certain beliefs to create chaos, divide society and plant seeds of hatred and spread lies for their own political agenda. Many predict that it’s a matter of time before the May 1998 tragedy happens again, where there were more than 168 Indonesian women that were gang raped and more than 2000 Indonesians were killed in Jakarta.

We were there in May 1998 and remember the impact of that riot and the effect not only on certain ethnic group, but all Indonesians. This cannot happen again !!

You and I are not there in Indonesia today but we can set our minds and hearts on a course to encourage change minds.

I urge you to remove all barriers that keep you from connecting and building trust with one another.
Stop asking people what is your religion? What is your race?

I have many dear friends who do not share my religion or even race. But remember Religion and faith is supposed to guide our way of living to become better human beings .

To treat each other with respect and compassion. Create opportunity for dialogue so we can bridge the differences and create a more united society.

Do not let the opposition uses our religion, faith and race for their political agenda.
Be watchful for those cheering and applauding when innocents are being hurt and treated Unfairly.

Remember, Indonesia is known as a country with rich beauty in nature and people and culture.
Our diversity is what makes Indonesia beautiful.
This is why we have Bhinneka Tunggak Ika as the official motto of Indonesia, It means Unity in Diversity.

You and I make Indonesia beautiful, together in unity.
You and I have that task to stand together in unity for Indonesia.

Thank you.

—————————————————————————————————————————————

Selamat malam saudara-saudara sekalian.

Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih atas kehadiran saudara sekalian pada acara ini.
Kita hanyalah warga negara Indonesia. Kita tidak mewakili partai politik manapun.
Kita di sini hari ini karena kita masih peduli dan masih cinta tanah air kita.

Alasan kita semua berkumpul di sini adalah untuk berbagi rasa keprihatinan kita terhadap situasi politik yang kacau saat ini di Indonesia.

Saudara-saudara sekalian mungkin telah mendengar dari media sosial dan dari berita bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, yang lebih dikenal dengan AHOK, telah divonis bersalah atas penodaan agama dan divonis 2 tahun penjara.

Beliau dikenal sebagai politisi yang bersih, yang bekerja tak kenal lelah untuk membasmi korupsi.
Beliau tegar dan berani menempuh jalan itu, jalan yang keras dan menyakitkan.

Mereka yang membenci etos kerja dan etnisnya, dan agamanya, telah menggunakan beragam cara untuk mengalahkannya, tidak peduli akan prestasi dan keberhasilannya membangun kota dan warga Jakarta.

Lawan beliau akhirnya memakai penodaan agama sebagai senjata dan nampaknya mereka berhasil, karena Ahok tidak lagi menjabat dan tidak lagi memiliki kewenangan memerangi korupsi dan memimpin pemerintahan yang bersih.

Pemerintah Indonesia telah menghadapi banyak tekanan dari banyak negara di seluruh dunia dan juga PBB, Amnesty International dan Human Rights Watch untuk menghapuskan pasal penodaan agama dan untuk membebaskan Ahok.

Kami mendukung desakan tersebut, dan ada lagi yang ingin kami sampaikan kepada saudara-saudara. Banyak politisi di Indonesia memanfaatkan isu agama untuk menciptakan kekacauan, memecah-belah persatuan, dan menanamkan bibit permusuhan dan menyebarkan kebohongan demi kepentingan politik mereka sendiri. Banyak yang memprediksi bahwa tragedi Mei 1998 tinggal menunggu waktu untuk terjadi lagi. Saat itu lebih dari 168 perempuan Indonesia diperkosa oleh massa dan lebih dari 2000 warga Indonesia tewas di Jakarta.

Kami menyaksikan tragedi Mei 1998 dan kami ingat dampak buruk kerusuhan itu yang berimbas tidak hanya pada kelompok etnis tertentu tapi seluruh rakyat Indonesia. Ini tidak boleh terjadi lagi!

Saudara-saudara dan juga saya tidak berada di Indonesia saat ini, tapi kita bisa memberikan hati dan pikiran kita dan mengubah pola pikir kita.

Saya mengajak saudara-saudara sekalian untuk merobohkan dinding pemisah di antara kita yang menghambat kita untuk saling bahu-membahu dan membangun saling percaya di antara kita.
Jangan lagi kita bertanya apa agama satu sama lain. Apa ras satu sama lain.

Saya bersahabat dengan teman-teman yang tidak sama agama dan rasnya dengan saya. Tapi ingat, agama dan keyakinan harusnya membimbing jalan hidup kita untuk menjadi manusia yang lebih baik.

Untuk saling menghargai dan mengasihi satu sama lain. Menciptakan peluang untuk bermusyawarah sehingga kita bisa menjembatani perbedaan dan menciptakan masyarakat yang lebih bersatu.

Jangan biarkan musuh memakai agama, keyakinan dan ras untuk kepentingan politik mereka.
Waspadalah dengan orang-orang yang bersorak kegirangan di saat orang tak bersalah disakiti dan diperlakukan tidak adil.

Ingatlah, Indonesia adalah negara dengan keindahan tidak hanya alamnya, tapi juga orang dan budayanya.
Keberagaman kitalah yang membuat Indonesia indah.
Inilah alasan semboyan bangsa Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu.

Saudara sekalian dan saya membuat Indonesia indah, bersama dalam persatuan.
Saudara sekalian dan saya memiliki tugas untuk berdiri bersama dalam persatuan untuk Indonesia.

Terima kasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here