Menanggapi situasi terkini di Indonesia dengan adanya kasus penodaan agama yang menimpa Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), masyarakat Indonesia di Washington D.C. berharap Indonesia bisa maju seperti di negara tetangga.

Dikatakan Kurnia Hutapea, salah satu anggota Indonesia Peduli menginginkan perekonomian di tanah air dapat ditingkatkan, “Indonesia semakin sejahtera, secara ekonomi sejahtera, saya pikir orang yang mengerti sejarah mungkin tidak mudah dibodoh-bodohin, kadang-kadang kemiskinan itu membuat kita gampang dibodohi, kemiskinan itu membuat kita gampang termakan isu-isu yang tidak benar, “ ujar Kurnia saat wawancara bersama Kabari.

Namun, ia juga menilai jika perekonomian di nusantara membaik, otomatis rakyat akan sejahtera, “Contohnya Malaysia, Singapura, mereka taraf ekonomi itu baik , sehingga isu-isu seperti ini tidak banyak di negaranya, karena masyarakatnya sudah semakin cerdas, bisa menganalisa mana yang benar, mana yang tidak benar, “ imbuhnya.

Dengan demikian, ia sangat mengharapkan bahwa Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi perekonomian bisa meningkat sehingga rakyat sejahtera.

Selain Kurnia, hal senada juga disampaikan Bill Kadarusman, pengacara Indonesia di negeri Paman Sam, untuk harapannya terhadap bangsa Indonesia sependapat dengan Kurnia, namun ia menilai bukan dari segi ekonomi saja, hukum juga harus diperkuat.

“Hukum harus betul-betul diperkuat di Indonesia, pasalnya kalau kita melihat di Indonesia, hukum itu bisa jadi permainan, “ kata Bill.

Menurutnya, hukum di tanah air bisa dipermainkan, “Bisa dimainkan dengan politik, bisa dimainkan oleh uang , jadi kelihatannya kok jadi permainan, ini yang penting sekali, kalau negara berdasarkan hukum, hukum harus betul-betul adil, tidak bisa harus ada permainan politiknya atau permainan uang dan inilah pokok masalahnya “ ungkap Bill.

Vonis dua tahun penjara oleh majelis hakim pengadilan negeri Jakarta Utara terhadap Ahok terkait kasus penodaan agama, baginya kasus tersebut merupakan hukum yang dicampuradukan dengan politik, Ia juga menilai dari kacamata hukum, bahwa hukum tersebut kurang kuat.

“Sebenernya bukan berdasarkan oleh hukum yang betul-betul hukum yang kuat tapi berdasarkan politik, jadi harapan saya adalah semoga Indonesia bisa menjadi negara hukum yang kuat berdasarkan Pancasila, berdasarkan Bhinneka Tunggal Ika, tidak melihat ras, agama, suku, jadi semua sama, itu harapan saya yang paling utama, pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here