Merasa terpanggil hatinya atas hukum yang terjadi di tanah air, terutama dengan penahanan terhadap Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Aho) terkait kasus penodaan agama, Kurnia Hutapea, aktivis Indonesia Peduli menjelaskan keterlibatannya dalam aksi Indonesia Peduli yang digagasnya.

“Kita ada di Amerika mungkin kita semakin jauh dari Negara kita, kita semakin sensitif dengan keadaan disana, saya membayangkan kalau misalnya saya ada di Jakarta, saya mungkin agak cuek saja, karena keadaan itu sudah setiap hari dialami, jadi kita tidak sensitif , tapi begitu kita ada di Amerika ini, hal-hal yang tidak pada tempatnya ini membuat hati kita tergerak secara otomatis, “ ungkap Kurnia.

Lanjutnya, “Jadi kita kaya terpanggil untuk melakukan sesuatu, kalaupun suara kita tidak didengar tidak apa-apa, tapi kita tidak diam, jadi kita merasakan something wrong semoga suara kita bisa didengar dan bermanfaat, “ katanya.

Menurutnya, jika posisinya saat itu berada di Jakarta, ia merasakan ketidakadilan sudah menjadi makanan sehari-hari, seperti misalnya pada perlakuan sesama manusia, “Jika kita melihat seorang Ibu berjalan yang hendak menyeberang, dan tak ada orang yang membantunya, secara otomatis hati kita tergerak untuk memberi bantuan dengan menuntunnya, “ kata Kurnia.

Pun demikian dengan Bill Kadarusman, ia juga sependapat dengan Kurnia, namun ia berpendapat, sebelum kehadiran Jokowi dan Ahok di kancah pemerintahan, Indonesia tidak akan pernah maju, pasalnya masalah agama dan ras masih terus menjadi polemik di tanah air dan selain itu juga maraknya pejabat korupsi, hal demikian dinilai Bill Indonesia tidak akan bisa maju.

“Jadi sebenarnya saya tidak pernah berpikir sampai kemudian muncul pak Jokowi dan Ahok, kemudian seperti ada harapan untuk Indonesia bisa lebih maju karena kedua figure itu betul-betul memerangi korupsi, betul-betul jujur, betul-betul transparan,” ungkap Bill.

Ia menyandarkan harapannya yang luar biasa terhadap Jokowi dan Ahok atas kemajuan Indonesia, meskipun kedua tokoh tersebut memulia karirnya sebagai duet pemimpin daearah di Jakarta.

Saat berkunjung ke Washington D.C.  pasca Ir. H. Joko Widodo atau yang akrab dipanggil Jokowi diangkat menjadi Presiden setelah dua tahun menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta kemudian digantikan oleh wakilnya yakni Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Bill merasakan bahagia, pasalnya secara langsung dalam kunjungan tersebut ia bisa bertemu Presiden Jokowi dan memberikan dukungan atas terpilihnya Bapak Jokowi menjadi pemimpin negara Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here