Masyarakat Indonesia di Amerika turut prihatin atas permasalahan yang sedang terjadi saat ini di tanah air,  terutama pada kasus pengadilan yang menimpa Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok),

Dukungan terhadap Ahok banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia di Amerika, dengan tujuan agar mendapat respon dari pemerintah mengenai pasal penodaan agama.

“Yang bisa dilakukan oleh diaspora Indonesia adalah meminta kepada pemerintah Indonesia baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif untuk menangguhkan perkara-perkara penodaan agama, mereka juga perlu meminta kepada partai-partai politik yang sekarang ini semuanya mendukung pasal penodaan agama untuk meninjau ulang posisi mereka, baik itu PDIP, Golkar, PKS, NasDem, Hanura, semuanya, perlu meminta mereka untuk meninjau ulang posisi mereka terhadap pasal penodaan agama, sekarang ini, posisinya semua mendukung, “ tutur Andreas saat wawancara bersama Kabari.

Lebih lanjut Andreas menambahkan, “ Khusus untuk mereka yang di Amerika yang bisa berbicara dengan senator atau representative di Washington DC, atau di Sacramento, California, katakanlah bahwa ini persoalan yang serius, “ imbuhnya.

Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia yang terletak di selat Malaka, dua per tiga pelayanan dunia itu melewati selat Malaka.

Selain itu pegiat hak asasi manusia di Indoneisa tersebut berharap diaspora Indonesia bisa berbicara kepada para politisi di Amerika bahwa keadaan di tanah air sedang  serius sehingga tidak perlu basa-basi lagi.

“Kebanyakan pemimpin dunia kalau ke Indonesia hanya berbasa-basi, Mike Pence memuji Indonesia setinggi langit, dia mengatakan Indonesia adalah negara Islam moderat, contoh untuk yang lain, dan seterusnya. Memang, tidak salah memuji-muji, cuma, mereka sering melupakan persoalan yang serius sekali di Indonesia ini, berhentilah memuji-muji, mintalah Indonesia untuk menangguhkan pemakaian pasal penodaan agama, desakan itu harus datang dari Washington, Sacramento, Canberra, Tokyo, Beijing, Moscow, London, Bahrain, dan seterusnya, “ ujar Andreas.

Fenomena protes atas ketidakadilan yang menimpa Ahok, begini tanggapan Andreas, “Baik-baik saja, tapi ingat, korbannya bukan hanya Ahok, korbannya ada orang Gafatar, perempuan yang di Tanjung Balai, laki-laki yang di Solo, pegawai hotel yang di Jambi, Sebastian Joe yang di Tasikmalaya, “ tutur Andreas menanggapi.

“Ingat, korbannya bukan hanya Ahok dan kalau Rizieq Shihab juga kena pasal itu, saya kira juga harus diprotes. Rizieq Shihab mungkin punya persoalan lain yaitu dengan pasal-pasal kebencian atau kekerasan, tapi itu urusan lain. Tapi kalau dia dikenai pasal penodaan agama, kita harus protes juga, jadi esensinya adalah penodaan agama karena pasal ini tidak jelas ukurannya, “ tutup Andreas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here