Kasus hukuman terhadap Ahok terkait kasus penodaan agama memberikan dampak untuk pemilu pilpres tahun 2019 mendatang.

Andreas Harsono, Human Rights Watch (HRW) mengatakan bahwa prospek kedepan untuk menuju pemilihan presiden menemui prospek yang cukup berat, “Saya kira prospeknya agak berat, kalau tidak ada perubahan yang signifikan, kartu agama ini akan dipakai dalam pemilihan presiden tahun 2019, “ ungkap Andreas.

Lebih lanjut dijelaskan Andreas bahwa kartu ini sudah terbukti efisien dan berdampak, “ Dan itu akan membuat negara kita makin terbagi bahkan terpisah atau terbelah, 2014 saja kita terbelah, 2017 ini terbelah lagi,” terangnya,

Menurutnya, sebagian orang yang mendukung Jokowi pada tahun 2014 tentunya akan mendukung Ahok, dan begitupun yang dulu mendukung Prabowo sekarang mendukung gerakan bela Islam ataupun Anies Baswedan.

Pada  tahun 2019 mendatang  bisa tambah terpolarisasi,  bagi Andreas yang terpenting adalah dilihat  esensi masalahnya, yaitu penodaan agama, jangan melihat orangnya, jika melihat orangnya akan tambah ribut.

Ketika Warga Negara Indonesia (WNI) di Amerika memberikan dukungan terhadap kasus yang menimpa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melalui aksi solidaraitas ketidakadilan atas vonis Ahok, Andreas merepson positif, karena menurutnya berbagai partai yang ada di tanah air harus memberi dukungan atas pencabutan pasal penodaan agama tersebut.

“Partai-partai itu penting sekali, di Indonesia ini kan ada beberapa partai, organisasi Islam seperti NU, Muhammadiyah dan lain-lain dan juga TNI dan polisi, nah, yang terakhir ini kan aparat negara jadi mereka menunggu saja, “  tutup Andreas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here