Demokrasi adalah bentuk pemerintahan dimana semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Pemerintahan demokratis berbeda dengan bentuk pemerintahan yang kekuasaannya dipegang oleh satu orang atau monarki.

Menurut Frans Tshai, demokrasi dalam satu negara tidak sama dengan negara lainnya. Indonesia hingga saat ini belum menemukan bentuk demokrasi yang sebenarnya.

“Perjuangan hampir 20 tahun ini bahwa memang tidak mudah membangun suatu negara dari suatu sistem yang Oligarki yang hampir absolut menjadi sebuah negara yang dikatakan demokratis. Saat ini sering terdengar bahwa Indonesia yang demokratis namun harus diakui, saya kadang berpikir demokratis yang seperti apa yang kita inginkan?,” ujar Frans dalam perbincangan dengan KabariNews.

Demokrasi masing-masing negara berbeda-beda sesuai dengan kondisi negara tersebut. “Kita harus ingat bahwa tidak ada demokrasi yang sama antara satu negara dengan negara yang lain, karena tergantung dari kondisi masyarakat masing-masing. Demokrasi Amerika dengan demokrasi Swiss tidak sama,” tambahnya.

Frans berharap agar pemerintah Indonesia membentuk kesepakatan untuk mendapatkan bentuk demokrasi yang akan dijalani untuk menjadi pedoman negara Indonesia.

“Kalau tidak masing-masing akan menginterpretasikan demokrasi sesuai dengan gambaran dia, kita harus sepakat dulu. Inilah yang menjadi sebab mengapa sejak tahun 1998 sampai sekarang masih banyak gejolak yang terjadi di negara ini,” imbuhnya.

Selain masalah demokrasi, Frans bicara tentang dugaan penistaan agama yang menimpa Ahok. Muncul ketakutan, demonstrasi tahun 1998 akan terulang kembali.

Frans menegaskan bahwa tidak akan terjadi lagi demonstrasi 98 selama pemerintah tegas menghadapi segala kemungkinan yang ada.

“Tidak akan terulang, kondisinya tidak sama,” kata pria kelahiran Singkawang 12 Juli 1941 ini.

Baginya demonstrasi yang terjadi saat ini tidak terlepas dari interpretasi dari masing-masing orang yang tidak sama mengenai demokrasi.

“Mengenai demonstrasi 4 desember, ini sangat jelas adanya kelompok yang merasa tidak nyaman pada saat pemerintah Jokowi ingin menegakan keadilan dan hukum. Segala cara mereka gunakan untuk menjatuhkan Ahok, dari urusan korupsi tidak terbukti, kemudian mengatakan Ahok menggusur dan sebagainya. Kenyataannya adalah Jakarta hari ini jauh lebih bersih dari beberapa tahun lalu, banyak taman yang sudah dibangun,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi terulangnya demonstrasi 98, Frans mengatakan pemerintah harus tegas dalam mengambil keputusan sehingga tidak dipengaruhi oleh oknum-oknum tertentu yang merasa dirugikan.

“2016 dengan 1998 tidak sama, memang selalu ada pihak yang menggunakan keadaan untuk meresahkan masyarakat supaya ekonominya tidak bisa berjalan lancar. Kalau tidak lancar efeknya kepada kehidupan masyarakat seluruh Indonesia dan juga impact-nya terhadap hubungan luar negeri terganggu. Berarti dunia akan melihat Indonesia tidak stabil. Dengan demikian investasi akan berkurang, pemerintah tidak akan membangun dengan baik,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here